Tuesday, 8 April 2014

UJIAN MCQ DAN PENIPUAN

Tanggal 8 April 2014

Aku baru pulang dari ujian MCQ, kaki bengkak, kepala pening, leher tegang, tapi perasaan lega, gembira dan sportif meliputi perasaanku. Setelah aku menyelediki semua bukti-bukti yang nyata tadi melihat gelagat dari teman-teman sekelasku, aku sekarang merasa bulat keyakinanaku bahwa tadi mereka menipu sewaktu ujian tadi. Orang tidak bisa menipuku karena pekerjaanku setiap hari melihat penipu, bahasa tubuh dan wajah sudah kukenali lebih dalam sampai ke lubuk hati seseorang. Di sinilah keahlianku kuterapkan. Tapi karena kalian cuma teman sekelasku, aku tidak menganggap kalian tersangka atau terdakwa. Perasaanku hanya merasa tidak adil, walau aku tidak punya perasaan negatif terhadap kalian. Karena selama berminggu-minggu duduk di meja rumahku yang isinya penuh dengan buku-buku dan kertas materi pelajaran. Tidak adil bahwa aku harus menyediakan seluruh waktu, pikiran, tenaga, dan merelakan pekerjaanku dan pemasukanku tapi kalian hanya berfoya-foya, bersenang-senang dengan lembaran kertas ujian bocoran dari kelas sehari sebelumnya. Apakah aku tolol? Apakah aku tidak punya koneksi?

Kembali lagi aku mempertanyakan dimana letak keadilan di sini? Aku bersyukur bahwa aku menyelesaikan ujianku dengan baik tadi. Aku merasa aku lulus walau belum keluar hasilnya, aku sudah merasa yakin. Kalau aku yakin, ya yakin. Cuma ada ya dan tidak saja. Straight forward karakterku. YA katakan YA. TIDAK katakan TIDAK. Karena sewaktu kecil sudah dilatih dari mama yang jujurnya minta ampun, wong ndeso, ya begitulah. Kerja juga berkaitan dengan KEADILAN dan KEJUJURAN. ya sudah klop sudah. Sampai-sampai aku adalah ahlinya dalam memecahkan kasus-kasus kriminal besar. Setiap hari yang kuhadapi PENIPU, PENJILAT. Kalau sudah demikian, tidak segan-segan lengkingan suaraku terdengar sampai ke beberapa gedung kantor tempat kerjaku. Aih mereka sudah tau siapa asal pemilik suara alto ini. Aku kerja dengan dedikasi yang tinggi.

Kembali lagi ke topik penipuan kertas ujian, biarlah semua itu ada hikmahnya. Aku hanya bersyukur punya teman-teman yang baik hati yang berdoa bersama buatku untuk ujian demi ujian. Teman yang sangat baik hati. Mengirim sms tiada henti2nya, kadang lucu terasa, kok baik sekali ya. Itu teman yang Tuhan kirim. yang gak mengirim gak akan merasa, tapi yang mengirim sampai detik2 ujian pasti terkena hatinya dengan tulisan ini, walau harus kuterjemahkan dalam bahasa Inggris, karena sebagian besar mereka tidak mengerti. Haha kesian deh lu. Thanks sirs, thanks friends, thanks han, mer and my sons. Sorry belakangan ini mommy marah karena sangat stress belajar dengan keadaan kaki bengkak, pinggang sakit, kepala sakit, semua badan sakit.

Terima kasih Tuhan atas berkat Mu yang berkelimpahan atasku tiap hari. Berkat kerja dan uang itu selalu mengalir saja setiap harinya. Cukup melimpah...

No comments:

Post a Comment