Monday, 24 December 2012

MAAF AGAK SEDIKIT PORNO

Aku teringat dengan pantun yang kudengar semasa kecilku yang bunyinya seperti ini: 
Apa boleh buat
Taik kambing bulat-bulat
Dimakan jadi obat
Disimpan jadi jimat



Nah, asyik kan apa yang dinamakan taik itu? Ternyata indah bagi sepasang dua sejoli yang dimabuk kasmaran. Banyak istilah dalam bercinta, contohnya seperti ini: Asal duduk berdua berpandang-pandangan, perutpun konyang (bagus hemat beras mak di rumah). Dunia serasa milik berdua, yang lain ngekos, hihihi (bayar uang sewa dong, hutang melulu luh). Kaulah bulan  kaulah bintang (sejukkkk kalau matahari yang pasti panas). Kehadiranmu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, ungkapkan dengan chynthaaaa.(lagu gombal kan). Hayoooo ada saran yang lain? Kasih masukan monggo...

Tetapi mengapa cinta itu selalu dilarang di Singapura? Siapa yang melarang? Siapa yang dilarang? Ini adalah kehidupan seputar para pekerja asing. Tidak ada peraturan yang dikeluarkan Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM = Ministry of Manpower) untuk melarang Pembantu Rumah Tangga Asing (PRT/A) bercinta. Jadi silahkan toh, monggo ayo monggo, bebas kan? asal jangan halim ehhh hamil dengan si Halim (hahaha) nah... Kalau hamil bagaimana? Apa konsekwensinya? Maka mereka akan dipulangkan ke Indonesia (berarti ditendang? seperti gambar film kartun di TV). Majikannya akan kehilangan uang jaminan keamanan yang dibayar dimuka sebanyak S$5000/- yang dibayar kepada MOM. Wah rugi dong majikannya. 

MOM telah mengeluarkan peraturan baru yang memberikan banyak keleluasaan kepada PRT untuk mendapatkan hari libur mingguan yang akan berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013. MOM juga menganjurkan agar pada hari libur itu sebaiknya digunakan untuk mengambil paket-paket pendidikan dan ketrampilan agar kelak sewaktu pulang ke Indonesia, sertifikat pendidkan dan ketrampilan yang dikeluarkan oleh institusi di Singapura jauh lebih tinggi kredibilitasnya untuk mendapatkan lapangan pekerjaan di Indonesia. Apalagi bahasa Inggrisnya diasah kedalamannya. Aku mempunyai banyak teman seperti ini dan akhirnya mereka sukses bekerja di Indonesia. Merinding aku melihat kegigihan teman-temanku yang bekerja sebagai PRT di sini dan akhirnya menjadi urang(kata orang Padang). Persahabatan kami tulus dan sejati sampai detik ini. Kejarlah cita-citamu setinggi langit sahabatku...Mereka mampu sampai akhirnya punya rumah, tanah, sawah, ladang, bahkan bekerja di kantor dalam posisi yang cukup meyakinkan. 

Tetapi bagaimana pula dengan PRT yang kontrak kerjanya sebelum tanggal tersebut di atas? Tidak punya hari libur, majikan sangat cerewet, peraturan di rumah ketat, kesejahteraan lahir batin tidak mencukupi, contohnya; makanan yang tidak tepat waktunya, kurang, busuk (penulis juga sering demikian). Tidur tidak mencukupi 8 jam atau tidak mempunyai tempat yang layak (ah sama dong, jadi apa bedanya aku dengan pembantu ya? hihihi) Hidup ini kezaaammm zendral (kata Naga Bonar! Horas!) Tentulah hidup mereka tertekan, makanya mereka diam-diam, curi-mencuri, endap-mengendap mempunyai teman, tapi ini bukan teman biasa, TTM = teman tapi mesra, dengan siapa? Dengan pekerja asing juga yang ditempatkan bekerja di sekitar fasilitas blok-blok bangunan, yaitu lelaki Bangladesh atau India (ganteng loh menurut ukuran PRT, kata mereka Shahrukhan! yohouuuuuu). Jadi inilah kisah percintaan mereka terjadi bisa di mana aja di bawah blok, di tangga menuju ke flat-flat, di rumah sampah, di atas atap, atau lebih kerennya di dalam tempat penampungan air di atas flat, oucchhhh air yang kita minum itu! makanya asin. hahaha (Kelak, penulis akan menulis tentang kasus pembunuhan yang pernah berlaku). 

Pada suatu tengah malam, saya menerima deringan telepon yang memekakkan telinga sebenarnya, waduh barusan menutup mata, diganggu oleh panggilan dari kantor polisi. Maklum namanya cari makan, telepon tidak pernah dimatikan secara silent mode. Apa kejadian hari itu? Pembantu wanita yang kedapatan basah bercinta di anak tangga dengan lelaki seorang pekerja asing, Bangladesh. Pemandangan erotika pun terjadi di depan mata majikan dan polisi. Alamakkkkkk (kata orang Melayu). Anak-anak, tutup matanya! Ada yang porno (hahaha). Yah, kalau sudah begini terpaksa keasyikannya terputus setengah jalan deh. Bagai susah payah mendaki gunung yang tinggi, sebelum mencapai puncak, jatuh drastis di jurang yang dalam...kecelakaan tanpa bisa dihindari lagi, apalagi pada saat itu PRT lagi menstruasi. Terpaksa mereka di bawa ke kantor polisi untuk diwawancarai dengan bercak-bercak darah yang berlepotan di pakaian dan celana yang mereka kenakan. (haha kali ini bukan cerita pembunuhan, tapi tanda cinta atau nafsu ya?) Maaf, itu saja kata polisi , mereka juga menjalankan tugas, aku juga, semua orang juga. Akhirnya mereka cuma diberikan surat peringatan dan mereka dipulangkan ke tanah air masing-masing. 

Yah, sekali lagi aku katakan:

Apa boleh buat
Taik kambing bulat-bulat
Dimakan jadi obat
Disimpan jadi jimat

Mengapa pada malam natal ini aku menulis seperti ini? Hari ini aku bekerja separuh hari, aku pulang tengah hari dan melihat pembantu tetangga sebelahku diam-diam bertemu dengan lelaki Bangladesh, kebanyakan seluruh flat cukup sunyi karena masa-masa kerja bagi orang yang bekerja di kantor. Bagiku cuek bebek aja, emangnya gue pikirin. Ayo nikmati aja selagi masih sanggup dan mampu. hahaha

Jadi apakah bercinta dilarang di Singapura? Silahkan berikan komentar anda sebanyak-banyaknya. I wish you the best.


Saturday, 22 December 2012

HARI IBU DI INDONESIA

Banyak peristiwa kejadian dalam lokap (lock-up) tahanan sementara yang berlaku, terkadang karena kasus yang banyak persamaan tetapi pemeran utamanya saja yang berbeda, membuatku melupakannya begitu saja. Apa kata orang jikalau pekerjaan yang tiap hari dilakukan dan diulangi terus-menerus sepanjang tahun, sampai-sampai kita mengerjakannya dengan menutup mata saja sudah  bisa diatasi. Peristiwa kejahatan seperti istilah di Singapura ini "kucing kurap" yang artinya bukan kucingnya yang kurapan secara hurufiah tetapi "sepele / terlalu gampang / mudah"; yang bisa diartikan kasus kejahatan yang ringan hukumannya, seperti mencuri uang dibawah S$250/-. Hukumannya hanya berupa pemberian Surat Peringatan, tetapi jikalau kejahatan yang sama diulangi di masa yang akan datang, maka kasus yang lama akan dibawa kembali semula. 

Apa hubungannya judul di atas, Hari Ibu di Indonesia dengan Kasus Kejahatan, yang mana telah ku jelaskan salah satu contoh di atas adalah kejahatan pencurian? Interview 6 pasang mata ini sangat lekat terpatri dalam ingatanku secara total, mungkin sampai aku menutup mata, karena seorang ibu yang agak tua, kurus, kecil, kisut masai bekerja sebagai pembantu rumah tangga mencuri dari majikannya. Sebelum aku melihat dan bertemu dan mewawancara tersangka, saya bertanya kepada penyelidik apakah perkara kejahatannya secara singkat. Dan setiap kali aku mendengar istilah "theft as a servant" maka dibenakku mengatakan: ahhhh kucing kurap...tetapi setiap kali juga harapanku mereka mendapatkan peringatan saja. Kasihan...tapi karena sanking banyaknya peristiwa yang sama, maka hatiku menjadi kebal dan muak terkadang terhadap orang-orang yang mencari jalan mudah dalam menghadapi hidup ini dengan memanfaatkan orang lain.

Pertanyaan demi pertanyaan dilempar dari penyelidik dan aku sendiri, kami bekerja sebagai satu tim. Benak dan intuisiku tidak tinggal diam, setiap pertanyaan yang dilempar dijawab dengan tulus apa adanya diiringi dengan tangis yang tersendat oleh ibu tadi. Ia berusaha tegar tidak mengeluarkan air matanya di depan penyelidik, walau kata orang, tangis seorang perempuan bisa meluluh-lantakkan Puncak Mahameru. Tetapi ia tegar. Ia sudah berusaha meminta pinjaman uang kepada majikannya beberapa kali untuk membayar uang kuliah anaknya yang bersekolah di Indonesia tetapi selalu ditolak oleh majikannya. Ibu itu juga memohon supaya gajinya dapat dipotong dimuka, agar anaknya yang baru saja mendaftar di perkuliahan lancar dan diterima dengan baik. Ibu itu sudah bekerja hampir setahun tetapi masa potongan dengan agen belumlah terlunaskan. Sebenarnya Ibu itu sama seperti budak yang tidak dibayar apapun, tangannya yang berkerut kurus dan rusak terlihat akibat deterjen yang digunakan tanpa diberikan sarung tangan oleh majikannya. Melihat ini, air mataku tidak terbendung di pelupuk mataku, karena aku juga mempunyai tangan seperti seorang pembantu, urat-urat hijau terlihat jelas dan besar di kedua punggung tanganku. Aku tahu bagaimana rasa sakit hidup ini sehingga membuat tanganku seperti ini. Tetapi aku menyembunyikan mukaku menjauh dari ibu tersebut dan tentu saja penyelidik. Aku tidak boleh sedikitpun larut terbawa perasaan sewaktu aku bekerja, lain halnya jika di luar dari tempat itu, aku akan selalu memberikan ketegaran terhadap siapapun yang membutuhkan, sampai-sampai menangis bersama. 

Ibu tadi mempunyai harapan yang besar terhadap anaknya untuk dapat menyekolahkan anaknya sampai pada level yang tinggi. Suaminya yang sudah pergi meninggalkannya sejak lama karena tidak mau bertanggung-jawab. Fenomena yang terjadi di Indonesia, dimana istri bekerja dan suami tidak bekerja, sang istri mudah mendapatkan pekerjaan, karena tenaga pembantu rumah tangga asing sangat dibutuhkan. Disebaliknya, sang suami tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena kurangnya lapangan pekerjaan untuk lelaki yang pendidikannya rendah. Menurutku ini semua alasan semata bagi orang-orang yang malas bekerja. 

Aku salut dengan harapan ibu itu karena dengan memberikan pendidikan kepada anaknya, maka mereka bisa merubah nasib agar lebih baik. Tetapi karena keadaan yang mendesak, ibu itu mencuri dan akhirnya diborgol tangan yang kurus kering lecet itu dan merasakan apa bentuk penjara di Singapura. Dingin sedingin-dinginnya, makanannya cuma nasi dicampur toge dan biji-biji jagung rebus. 

Keesokan harinya aku menjumpainya di pengadilan dan aku tidak kuat memandang matanya, aku hanya berkata dengan lembut untuk terus bertahan dan menguatkan hati, masih ada yang menunggunya pulang di Indonesia setelah ia menjalani hukumannya. Teruslah berharap dan berjuang tapi kali ini jangan berbuat dosa lagi. Iba, itu kata hatiku yang selalu kubawa sampai mati. Aku selalu mengampuni orang yang mengakui kesalahannya dengan lapang dada dan jujur. 

Selamat Hari Ibu. Surga berada di bawah telapak kaki Ibu. Sayang mama. Teruntuk Mama di Medan. Ananda sudah dibesarkan dengan caramu. Ananda tabah, kuat dan tegar selalu walau apapun juga...

Ibunda dan Ananda beserta cucunya di Medan (anak Oko&Jiso)


Friday, 21 December 2012

PERDANA

Hari ini hari pertama aku menggunakan blog setelah beberapa lama aku mengatakan pada diriku untuk mulai menulis seperti apa yang aku lakukan dulu sewaktu di sekolah, menulis catatan harian kegiatanku selama bersekolah dan kegiatan lain bersama teman dan keluarga, apakah itu sedih ataupun suka, sampai-sampai aku juga mengumpulkan apa saja yang kulihat unik; contohnya cicak kering, uiiiiihhhh hobi yang aneh dan menjijikkan jika kupikirkan sekarang ini.

Catatan harian ini seputar pengalaman orang-orang banyak sekitar pekerjaanku. Beberapa teman baikku mengatakan, bagaimana jika suatu hari aku menulis buku tentang peristiwa penting seorang tersangka, terdakwa, atau terhukum yang aku jumpai setiap hari. Seorang teman mengatakan untuk memulainya dari sekarang untuk menulis jurnal harian supaya aku dapat mengingatnya, apalagi usiaku yang bertambah, pastilah tidak sanggup mengingat semua kisah yang terjadi setiap minggunya, bahkan setiap harinya, silih berganti kasus yang ditangani. Dan akhirnya aku bertanya kepada seorang teman baikku untuk mencatatnya di Blogger karena zaman sekarang semua serba digital.

Catatan Harian Seorang Penterjemah
Tengah malam ini aku tidak bisa mengejapkan mataku, pikiranku melayang untuk memenuhi keinginan untuk memulai mencatat apa yang ada dibenakku yang penuh ini dan mengosongkannya sebelum aku bisa terlelap. Hari ini adalah suatu pembukaan untuk menulis kembali tetapi kali ini bukan catatan harianku tetapi catatan harian seorang Penterjemah. Ikuti kisah lika liku kehidupan dunia kejahatan dibalik ruang tahanan interview...Mungkin besok malam aku akan memulainya, biarkan pikiranku kosong sebelum aku memimpikan terbang dengan kedua sayapku yang lebar.