Aku teringat dengan pantun yang kudengar semasa kecilku yang bunyinya seperti ini:
Apa boleh buat
Taik kambing bulat-bulat
Dimakan jadi obat
Nah, asyik kan apa yang dinamakan taik itu? Ternyata indah bagi sepasang dua sejoli yang dimabuk kasmaran. Banyak istilah dalam bercinta, contohnya seperti ini: Asal duduk berdua berpandang-pandangan, perutpun konyang (bagus hemat beras mak di rumah). Dunia serasa milik berdua, yang lain ngekos, hihihi (bayar uang sewa dong, hutang melulu luh). Kaulah bulan kaulah bintang (sejukkkk kalau matahari yang pasti panas). Kehadiranmu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, ungkapkan dengan chynthaaaa.(lagu gombal kan). Hayoooo ada saran yang lain? Kasih masukan monggo...
Tetapi mengapa cinta itu selalu dilarang di Singapura? Siapa yang melarang? Siapa yang dilarang? Ini adalah kehidupan seputar para pekerja asing. Tidak ada peraturan yang dikeluarkan Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM = Ministry of Manpower) untuk melarang Pembantu Rumah Tangga Asing (PRT/A) bercinta. Jadi silahkan toh, monggo ayo monggo, bebas kan? asal jangan halim ehhh hamil dengan si Halim (hahaha) nah... Kalau hamil bagaimana? Apa konsekwensinya? Maka mereka akan dipulangkan ke Indonesia (berarti ditendang? seperti gambar film kartun di TV). Majikannya akan kehilangan uang jaminan keamanan yang dibayar dimuka sebanyak S$5000/- yang dibayar kepada MOM. Wah rugi dong majikannya.
MOM telah mengeluarkan peraturan baru yang memberikan banyak keleluasaan kepada PRT untuk mendapatkan hari libur mingguan yang akan berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013. MOM juga menganjurkan agar pada hari libur itu sebaiknya digunakan untuk mengambil paket-paket pendidikan dan ketrampilan agar kelak sewaktu pulang ke Indonesia, sertifikat pendidkan dan ketrampilan yang dikeluarkan oleh institusi di Singapura jauh lebih tinggi kredibilitasnya untuk mendapatkan lapangan pekerjaan di Indonesia. Apalagi bahasa Inggrisnya diasah kedalamannya. Aku mempunyai banyak teman seperti ini dan akhirnya mereka sukses bekerja di Indonesia. Merinding aku melihat kegigihan teman-temanku yang bekerja sebagai PRT di sini dan akhirnya menjadi urang(kata orang Padang). Persahabatan kami tulus dan sejati sampai detik ini. Kejarlah cita-citamu setinggi langit sahabatku...Mereka mampu sampai akhirnya punya rumah, tanah, sawah, ladang, bahkan bekerja di kantor dalam posisi yang cukup meyakinkan.
Tetapi bagaimana pula dengan PRT yang kontrak kerjanya sebelum tanggal tersebut di atas? Tidak punya hari libur, majikan sangat cerewet, peraturan di rumah ketat, kesejahteraan lahir batin tidak mencukupi, contohnya; makanan yang tidak tepat waktunya, kurang, busuk (penulis juga sering demikian). Tidur tidak mencukupi 8 jam atau tidak mempunyai tempat yang layak (ah sama dong, jadi apa bedanya aku dengan pembantu ya? hihihi) Hidup ini kezaaammm zendral (kata Naga Bonar! Horas!) Tentulah hidup mereka tertekan, makanya mereka diam-diam, curi-mencuri, endap-mengendap mempunyai teman, tapi ini bukan teman biasa, TTM = teman tapi mesra, dengan siapa? Dengan pekerja asing juga yang ditempatkan bekerja di sekitar fasilitas blok-blok bangunan, yaitu lelaki Bangladesh atau India (ganteng loh menurut ukuran PRT, kata mereka Shahrukhan! yohouuuuuu). Jadi inilah kisah percintaan mereka terjadi bisa di mana aja di bawah blok, di tangga menuju ke flat-flat, di rumah sampah, di atas atap, atau lebih kerennya di dalam tempat penampungan air di atas flat, oucchhhh air yang kita minum itu! makanya asin. hahaha (Kelak, penulis akan menulis tentang kasus pembunuhan yang pernah berlaku).
Pada suatu tengah malam, saya menerima deringan telepon yang memekakkan telinga sebenarnya, waduh barusan menutup mata, diganggu oleh panggilan dari kantor polisi. Maklum namanya cari makan, telepon tidak pernah dimatikan secara silent mode. Apa kejadian hari itu? Pembantu wanita yang kedapatan basah bercinta di anak tangga dengan lelaki seorang pekerja asing, Bangladesh. Pemandangan erotika pun terjadi di depan mata majikan dan polisi. Alamakkkkkk (kata orang Melayu). Anak-anak, tutup matanya! Ada yang porno (hahaha). Yah, kalau sudah begini terpaksa keasyikannya terputus setengah jalan deh. Bagai susah payah mendaki gunung yang tinggi, sebelum mencapai puncak, jatuh drastis di jurang yang dalam...kecelakaan tanpa bisa dihindari lagi, apalagi pada saat itu PRT lagi menstruasi. Terpaksa mereka di bawa ke kantor polisi untuk diwawancarai dengan bercak-bercak darah yang berlepotan di pakaian dan celana yang mereka kenakan. (haha kali ini bukan cerita pembunuhan, tapi tanda cinta atau nafsu ya?) Maaf, itu saja kata polisi , mereka juga menjalankan tugas, aku juga, semua orang juga. Akhirnya mereka cuma diberikan surat peringatan dan mereka dipulangkan ke tanah air masing-masing.
Yah, sekali lagi aku katakan:
Apa boleh buat
Taik kambing bulat-bulat
Dimakan jadi obat
Disimpan jadi jimat
Mengapa pada malam natal ini aku menulis seperti ini? Hari ini aku bekerja separuh hari, aku pulang tengah hari dan melihat pembantu tetangga sebelahku diam-diam bertemu dengan lelaki Bangladesh, kebanyakan seluruh flat cukup sunyi karena masa-masa kerja bagi orang yang bekerja di kantor. Bagiku cuek bebek aja, emangnya gue pikirin. Ayo nikmati aja selagi masih sanggup dan mampu. hahaha
Jadi apakah bercinta dilarang di Singapura? Silahkan berikan komentar anda sebanyak-banyaknya. I wish you the best.


No comments:
Post a Comment