Pain in solitude
Waiting enduring without certainty
Daily gripping
Crossed with seconds distress
I have been to that world
Looking for your graven frozen stare
I touch you but you still did not budge
cries muffled
Tears slowly decomposes
Know thee tenderness
Deeper than murder
Slow but sure
Looked at me, at the eyes of my heart
Break the rock of your hardness flesh
Swinging your arms and your ways
through this purplish aura
I have said, the said acid moonlight
If thee looking glass
Looked like a full moon
Conform affection
Punya Sayap
Audrey Taletha Dewichia
Sunday, 22 March 2015
KATAKU KATA ASAM
Sakit dalam kesendirian
Penantian abadi yang tanpa kepastian
Keseharian yang mencekam
Dilalui dengan detik-detik perasaan tertekan
Saya sudah sampai ke dunia sana
Mencari patungmu yang beku terpaku
Saya menyentuhmu tapi engkau tetap tidak bergeming
Tangis tertahan
Air mata terurai perlahan
Tidak tahukah dikau keperihan
Yang lebih dalam dari pembunuhan
Pelan tapi pasti
Pandangi aku, tatapi mata hatiku
Pecahkan kekerasan batu dagingmu
Ayunkan lengan dan langkahmu
lalui aura keunguan ini
Kataku kata asam kata sinar bulan
Kalau dikau memandang kaca
Memandang seperti sinar bulan purnama
Tunduk kasih sayang
Punya Kim Sayap
Marriana Tjia Mendrofa Monterez
Penantian abadi yang tanpa kepastian
Keseharian yang mencekam
Dilalui dengan detik-detik perasaan tertekan
Saya sudah sampai ke dunia sana
Mencari patungmu yang beku terpaku
Saya menyentuhmu tapi engkau tetap tidak bergeming
Tangis tertahan
Air mata terurai perlahan
Tidak tahukah dikau keperihan
Yang lebih dalam dari pembunuhan
Pelan tapi pasti
Pandangi aku, tatapi mata hatiku
Pecahkan kekerasan batu dagingmu
Ayunkan lengan dan langkahmu
lalui aura keunguan ini
Kataku kata asam kata sinar bulan
Kalau dikau memandang kaca
Memandang seperti sinar bulan purnama
Tunduk kasih sayang
Punya Kim Sayap
Marriana Tjia Mendrofa Monterez
Subscribe to:
Comments (Atom)