Sakit dalam kesendirian
Penantian abadi yang tanpa kepastian
Keseharian yang mencekam
Dilalui dengan detik-detik perasaan tertekan
Saya sudah sampai ke dunia sana
Mencari patungmu yang beku terpaku
Saya menyentuhmu tapi engkau tetap tidak bergeming
Tangis tertahan
Air mata terurai perlahan
Tidak tahukah dikau keperihan
Yang lebih dalam dari pembunuhan
Pelan tapi pasti
Pandangi aku, tatapi mata hatiku
Pecahkan kekerasan batu dagingmu
Ayunkan lengan dan langkahmu
lalui aura keunguan ini
Kataku kata asam kata sinar bulan
Kalau dikau memandang kaca
Memandang seperti sinar bulan purnama
Tunduk kasih sayang
Punya Kim Sayap
Marriana Tjia Mendrofa Monterez
No comments:
Post a Comment