Friday, 29 June 2018

Indonesian Version of Dear Sir.


Kepada Yth. Sir,



Air mata mengalir ketika bus berjalan dengan lancar di jalan yang panjang. Aku sedang memikirkan tentang beberapa pengalaman yang mana aku duduk berdampingan dengannya, berbicara tanpa batasan apapun. Haruskah aku malu pada diriku sendiri atau tidak, tetapi aku sudah cukup dewasa untuk berada di level yang sama dengannya sekarang. Dia adalah seseorang yang memberi inspirasi untuk semua orang, dia dikagumi oleh banyak orang. Aku tergoda untuk menggali keberadaan batinnya, siapa dia yang sebenarnya.

- Kemudian, aku katakan pada diriku sendiri, jangan menangis karena sudah selesai, tersenyumlah karena itu terjadi!





Aku selalu memikirkan sesuatu yang bersemangat untuk peduli dan mencintai seseorang adalah dengan menghargai kehadirannya yang sesingkat mungkin karena aku selalu merasa ditolak sejak saat aku telah ditinggalkan oleh orangtuaku yang aku cintai semasa aku lahir. Aku tidak memiliki banyak kesempatan mewah seperti itu bahkan sampai sekarang .

- Kemudian, aku katakan pada diriku sendiri, itu adalah sukacitaku!





Aku butuh suatu konfirmasi setelah pikiran liarku, dan jiwaku menggelitik untuk menghampiri jiwanya tepat di sebelahku ketika itu tidak bisa dilihat dengan mata visualnya. Aku memberi energi auraku dan menyalurkannya ke jiwanya. Akhirnya, pikirannya menjangkau pikiranku, lalu nyala api membara membakar seluruh otot sampai tulang yang paling dalam sekalipun.

- Kemudian, aku katakan pada diriku sendiri, bicaralah denganku dengan matamu dan suaramu yang menenangkan, itu adalah obat ajaib, yang mengobati kanker mematikan sekalipun!





Orang-orang mengatakan cinta yang baik adalah cinta yang dirasakan bersama dengan pasangan Anda, menuangkan air untuk Anda, membuat Anda tertidur. Tapi cinta yang dashyat adalah cinta yang membuat Anda tertiup angin, membuat Anda terbakar, membuat Anda membakar langit dan menyalakan malam seperti kembang api. Cinta yang memotong tali Anda lepas seperti api yang liar dan Anda tidak bisa berhenti hanya karena Anda terus membakar semua yang Anda sentuh. Itu adalah cinta yang dashyat, yang membakar dan terbang dan Anda berlari bersama kekuatan cinta itu!

- Kemudian, aku katakan pada diriku sendiri, ayo menari dan tinggallah bersamaku suatu hari nanti!



Aku mengucap syukur kepada jiwa yang menginspirasi itu, ajariku lebih banyak dan lebih banyak lagi.





-terlelap seperti bayi-
Audrey Taletha Dewichia

No comments:

Post a Comment